Selasa, 14 Juli 2009

Kejari Evaluasi Kasus Dana Bansos


Kejari Juga Bidik
Kasus Jalan di
Dinas PU Kerinci

SUNGAIPENUH-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungaipenuh terus mengintensifkan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana sosial sebesar 4 Milyar yang dianggarkan untuk masjid dalam APBD-P 2009. Saat ini Kejari sedang melakukan evaluasi dan analisis-analisis yuridis guna mencari kesimpulan mengenai kasus dugaan korupsi tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala Kejari Sungaipenuh Daru Tri Sadono SH MH seusai acara apel kesetiaan kerja jaksa di kantor Kejari Sungaipenuh kemarin (13/7).
Menurut Daru, saat ini Kejari sedang melakukan evaljavascript:void(0)
Terbitkan Entriuasi dan analisis yuridis mengenai kasus dugaan korupsi dana bansos yang dianggarkan untuk masjid tersebut.” Setelah evaluasi kita dapat kesimpulan-kesimpulan, perbuatan melawan hukum apa yang dilakukan, hukum apa yang dilanggar dan siapa-siapa saja tersangkanya,” katanya.
Selain itu setelah melakukan evaluasi dan analisis yuridis Kejari baru bias mengetahui berapa nilai kerugian Negara dan siapa saja yang diuntungkan dalam kasus ini.
Daru juga mengatakan untuk tersangka kasus dugaan korupsi dana bansos baru satu orang dari pihak eksekutif. Disinggung siapa nama tersangka tersebut Daru menuturkan belum bisa disebutkan karena penyidikan belum fix(tuntas).”Kalau terlanjur disebutkan ke publik, sedangkan penyidikan belum fix nanti bisa timbul opini miring terhadap kejaksaan. Kejaksaan tidak tebang pilih dalam penegakkan hukum, siapa saja yang bertanggung jawab akan ditindak,” tambahnya.
Ditanya apakah ada kendala dalam proses penanganan kasus bansos, Daru mengakui ada beberapa dokumen yang belum didapatkan pihak Kejari. Namun sebagian dokumen yang pokok sudah didapatkan. Selain itu saksi-saksi belum semua terbuka. Untuk itu Kejari akan melakukan konfrontir terhadap saksi-saksi.
Disela-sela penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana bansos Kejari juga sedang berupaya mengungkap kasus dugaan penyimpangan pada pembangunan jalan yang ditangani Dinas Kimpraswil Kabupaten Kerinci bersama rekanan.”Dipastikan bulan ini sudah masuk tahap penyelidikan, beberapa pejabat dari dinas kimpraswil sudah kita periksa,” tandasnya.(aji)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar