Kamis, 04 Juni 2009

Kasus Thailand Gate

KKW dan Ormas Dukung
Usut Kasus Thailand Gate


SUNGAIPENUH-Kasus thailand gate yang diduga kuat melibat sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kerinci sepertinya bakal berbuntut panjang. Sejumlah ormas di Kabupaten Kerinci mendukung penuh aparat penegak hukum mencari fakta yang sebenarnya terkait kasus tersebut.
Kasus Thailand gate mencuat di Kabupaten Kerinci setelah Kadis Narmi Sekin ditahan pihak Kejaksaan Negeri Sungaipenuh. Dalam kasus tersebut diduga kuat sekitar Rp 270 raib dari total Rp 622 juta dana yang dianggarkan dalam rangka pembinaan TKI legal di Kabupaten Kerinci. Namun, dana tersebut diduga kuat disalah gunakan dan digunakan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kerinci ke Thailand.
Ketua Kerinci Koruption Wacht(KKW) Zulman Anwar menilai kasus tersebut seharusnya menjadi piorotas pihak penegak hukum di Kabupaten Kerinci. Sejumlah nama yang telah mencuat harus dimintai keterangannya, guna mengungkap fakta yang sebenarnya dalam kasus thailand tersebut.”Kasus ini menjadi tantangan bagi para penegak hukum di Kabupaten Kerinci,”ujarnya.
Zulman juga menilai, kasus ini juga diduga kuat melibatkan sejumlah pejabat tinggi di Kabupaten Kerinci. Bahkan katanya Bupati Kerinci H Murasman juga diduga kuat ikut terlibat selain mantan dan anggota DPRD Kerinci yang masih aktif. Zulman juga berharap, Narmi sekin yang saat ini telah menjadi tersangka seharusnya buka suara, siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.”Ya, kita berharap Narmi sekin, bisa menceritakan yang sebenarnya. Intinya kapan lagi dia bernyanyi kalau tidak ingin sakit sendiri,”ujar Zulman.
Indikasi adanya penyelewengan dana yang cukup besar tersebut kata Zulman, memang kentara. Pasalnya selama ini tidak ada dilakukan pembinaan terhadap TKI Legal di Kabupaten Kerinci. Jadi bisa jadi dana tersebut memang benar di selewengkan.”Kita mendukung penuh pihak Kejaksaan Negeri Sungaipenuh mengusut sampai ke akar-akarnya kasus tersebut,”jelasnya.
Sementara itu Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat(Gempur) Renaldi juga berharap dana yang dipergunakandalam kunjungan ke thailand tersebut memang milik masyarakat Kerinci. Jika dana yang cukup besar tersebut diselewengkan, maka sudah saatnya pihak aparat melakukan penyelidikan secara intensif. Siapa-siapa yang terlibat di dalamnya. Jika memang Bupati Kerinci H Murasman juga ikut terlibat, maka sah-sah saja dimintai keterangannya. Sebab, ini akan membuktikan bahwa tidak ada orang yang kebal hukum.”Negara kita merupakan negara hukum, jadi tidak ada yang kebal hukum, semua orang sama di mata hukum,”jelasnya.
Kasus ini terungkap, ada sejumlah nama anggota DPRD Kabupaten Kerinci yang berangkat ke Thailand saat itu, namun ada juga anggota DPRD Kabupaten Kerinci yang urung berangkat akibat sakit dan menetap di Batam. Dana yang cukup besar tersebut, sebenarnya merupakan pembinaan TKI legal di Batam, Bengkulu, DIY, dan NTB. Kemudian dana tersebut juga merupakan dana dalam rangka melihat perkembangan TKI di sejumlah negera seperti Malaisia, Thailand dan Singapura.
Nama yang ikut serta dalam keberangkatan Nasrul R(Alm, PBB), Murasman(Eks Ketua Komisi II,Golkar). Selain itu ada juga nama Suhardin Ahmad(Eks dewan, PBR) Z Arifin Adnan(Unsur pimpinan, Golkar). Yuzarlis Rusli(Golkar), Pahruddin Khasim(PAN) dan Adi Mukhlis(PAN) juga ikut.
Namun, diantara beberapa anggota dewan tersebut diantaranya urung berangkat lantaran salah satunya mengalami sakit keras di perjalanan. Saat itu, yang sakit adalah Pahruddin Khasim, melihat salah satu temannya sakit salah satu anggota DPRD saat itu Suhardin Ahmad(PBR) dan Adi Mukhlis urung berangkat karena menjaga Pahruddin.
Z Arifin Adnan saat dikonfirmasi keikutsertaannya ke Thailand membenarkan dia ikut serta dalam perjalanan tersebut. Namun, terkait masalah izin sebenarnya telah diatur dengan adanya agriment(perjanjian) antar negara-negara yang tergabung dalam ASEAN(asosiatian South East Nations). Namun, terkait izin dari Menteri Dalam Negeri atau Dirjen Depdagri dirinya mengakui tidak tahu menahu secara jelas.”Mungkin saja ada ketentuan lainnya,”ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sungaipenuh Daru TS melalui Kasi Pidsus juga membenarkan. Dana tersebut ditengarai rawan penyimpangan setelah pihaknya meminta BPKP melakukan audit. Hasilnya dugaan penyimpangan sangat jelas. Kemudian terkait nama sejumlah anggota DPRD kabupaten Kerinci, dia mengakui akan dipanggil dalam memberikan keterangan saat pemeriksaan di Persidangan.
Muhtadi PLH Kasi Intel Kejari menambahkan, pihaknya diperkirakan sekitar dua minggu lagi kasus Narmi sekin akan dilimpah ke PN Sungaipenuh.”Saat ini kita sedang menyusun dakwaan, mudah-mudahan sekitar dua minggu lagi akan kita limpahkan,”bebernya.
Dia juga mengakui, dalam perjalanan tersebut Narmi sekin mengakui ada mengantongi Surat Perintah Perjalanan Dinas(SPPD) dari Ketua DPRD Kabupaten Kerinci. Namun, dia tidak bisa memperlihatkannya.”Ya, dia tidak bisa memperlihatkannya,”ujarnya.
Dalam kasus ini, Bupati Kerinci H Murasman semasa menjadi anggota DPRD Kabupaten Kerinci juga ikut serta pergi ke Thailand, bahkan dia mengakui kalau memang ada kejanggalan dalam kasus tersebut maka dia meminta diusut saja.”Ini kalau memang benar menyimpang dari aturan, silakan usut,”tegasnya.
Untuk diketahui, kasus Thailand Gate mencuat setelah pemberangkatan mereka ke Thailand juga diduga telah melanggar aturan yang berlaku. Sebab, pejabat tinggi negara dalam kunjungan ke luar negara harus ada izin Mnedagri atau izin Dirjen Depdagri. Selain itu, anggota DPRD Kerinci atau pejabat eselon dua berpergian ke luar negeri harus ada izin Mendagri atau Depdagri, kalau tidak ada izin berati keberangkatan mereka illegal.(aji)

Minggu, 17 Mei 2009

KPU Resmi Umumkan Caleg Terpilih


Dapil I

H Zubir Dahlan(Republikan, 2682 suara)
Afrizal(demokrat, 1400 suara)
Sulaiman Hasan(Golkar, 838 suara)
Syofyan Hasim(Gerindra, 1231 suara)
Subur Budiman(gerindra) 1015 suara)
Tritama Satria(PPI) 1359 suara
Sulaiman SE(PBB, 722 suara)
Bulkia(PAN, 830 suara)

Dapil II

Munir SE(PAN, 1204)
Syafriadi SH(Hanura, 1718 suara)
Mulyadi Yakub(Demokrat, 730 suara)
Ardinal Salim(PKS 438 suara)
Ade Utama(PKPB 1149 suara)
Andi Oktavian(PPP, 1065 suara)
Hj Saadah Ramli(Golkar, 523)
Junaifo effendi(PBB, 558 suara)

Dapil III

Adi Muhklis SH(PAN, 1185 suara)
Yuzarlis Rusli(Golkar, 1551 suara).
Hatirman (PPP 1403 suara)
Said Abdullah(PKPB, 1184)
Heri Purwanto(PBR, 1133)
Yulius Riswandi( Demokrat, 852 suara)
Nopantri (PKS 752 suara)
Edison SH (PDIP 1232 suara)
Fajran(PDIP1504 suara)

Dapil IV

Sartoni(Golkar, 1538 suara)
H Liberty(PAN, 1496 suara)
Irmanto(1020 suara)
Drs Yaruddin(712 suara)
M Rusdi(Hanura, 1669 suara)
Efaldi(PMB, 1073)
Joni Effendi(PPP, 1125 suara)
Sabar AR(PKPB, 955 suara)
Dedi Irawan( Gerindra, 605 suara)
Sugiono(PDIP, 994 suara)

80 Persen Muka Baru di DPRD Kerinci

KPU Resmi Umumkan Caleg Terpilih

SUNGAIPENUH-Siapa-siapa yang mengisi kursi empuk di DPRD Kabupaten Kerinci telah jelas. Rata-rata yang mengisi kursi DPRD kabupaten Kerinci sekitar 60 % adalah wajah baru. Kemarin(16/5) KPU Kerinci resmi mengumumkan siapa-siapa saja yang duduk di Kursi Empuk DPRD Kabupaten Kerinci.
Meski demikian pengumuman caleg terpilih ini hanya sementara. Sebab, ada satu yang ditengarai bermasalah. Teman politiknya, mengajukan gugatan ke MK terkait perolehan suara. akibatnya, hingga putusan MK klar, maka KPU Kerinci belum bisa melantik caleg terpilih ini.
Diantara caleg yang melengang ke Kursi DPRD Kabupaten Kerinci di Dapi I diantaranya, H Zubir Dahlan(Republikan, 2682 suara). Selain itu ada juga nama Afrizal(demokrat, 1400 suara), Sulaiman Hasan(Golkar, 838 suara), Syofyan Hasim(Gerindra, 1231 suara).
Politikus muda Subur Budiman(gerindra) yang sebelumnya telah diramalkan akan memberikan persaiangan politik ternyata juga mampu memperoleh kursi. Dia mendapatkan 1015 suara. sementara Ketua PPPI Kabupaten Kerinci Tritama Satria juga mampu duduk sebagai wakil rakyat. Pria berkecamata ini memperoleh suara 1359 suara.
Sulaiman SE(PBB, 722 suara) dan Bulkia(PAN, 830 suara) juga mampu bersaiang dengan kandidat lainnya dan melenggang ke kursi empuk DPRD Kerinci. Untuk diketahui, Dapil I merupakan wajah baru di DPRD Kabupaten Kerinci. Mereka berhasil mengalahkan muka lama seperti Mat Sadri, Ilyas Adnan, dan beberapa anggota dewan lainnya.
Sementara di Dapil II yang duduk di kursi empuk DPRD Kerinci adalah Munir SE(PAN, 1204). Selain itu ada juga nama Syafriadi SH(Hanura, 1718 suara). tidak ketinggalan Mulyadi Yakub(Demokrat, 730 suara). Ketua PKS Kabupaten Kerinci Ardinal Salim ternyata juga mampu duduk sebagai anggota DPRD kabupaten Kerinci, dengan perolehan suara 438, disusul Ketua PKPB Kerinci Ade Utama dengan perolehan suara 1149.
Andi Oktavian(PPP, 1065) Hj Saadah Ramli(Golkar, 523) dan Junaifo effendi(558). Di dapil II sendiri terjadi gugatan salah satu caleg(PDIP) terhadap perolehan suara yang diraih oleh Junaifo effendi. Saat ini kasus ini sedang diproses di MK. Jika MK berkata lain, maka bisa jadi akan ada perobahan. Selain itu, di Dapil II juga cendrung di sisi wajah baru, hanya tiga yang merupakan caleg incummbent.
Sementara itu di Dapil III seperti yang telah diprediksi sebelumnya Adi Muhklis SH mampu duduk kembali sebagai anggota DPRD Kabupaten Kerinci. Politisi PAN ini, mampu memperoleh suara sebesar 1185. selain itu, ada juga caleg imcummbent lainnya yang mampu berbicara banyak, yakni Yuzarlis Rusli(Golkar, 1551 suara).
Tokoh masyarakat semurup Hatirman juga mampu berbicara banyak. Politisi PPP ini juga duduk sebagai wakil rakyat. Perolehan suaranya mencapai 1403 suara. sementara Said Abdullah(PKPB, 1184), Heri Purwanto(PBR, 1133), Yulius Riswandi( Demokrat, 852 suara). caleg imcumbent lainya seperti Nopantri ternyata juga bisa berbicara banyak, dia kembali duduk sebagai wakil rakyat. Perolehan suaranya mencapai 752 suara. Ketua PDIP Kerinci Edison SH juga mampu menduduki kursi DPRD Kabupaten Kerinci, suara yang diraihnya sebesar 1232 suara, terakhir di Dapil III politisi muda Fajran memastikan duduk sebagai wakil rakyat dari PPIB dengan perolehan suara 1504 suara.
Sedangkan di dapil IV, Sartoni(Golkar, 1538 suara) yang diikuti oleh H Liberty(PAN, 1496 suara). Ketua Demokrat Kerinci Irmanto(1020 suara). Sementara dari PKS diwakili oleh Drs Yaruddin(712 suara). Hanura sendiri diwakili oleh M Rusdi, Politikus muda ini sepertinya bisa berbicara banyak dengan perolehan suara mencapai 1669 suara.
Efaldi(PMB, 1073) ternyata duduk sebagai wakil rakyat. Yang disusul caleg muda lainnya Joni Effendi(PPP, 1125 suara. sementara Sabar AR(PKPB, 955 suara), Dedi Irawan( Gerindra, 605 suara) dan kursi terakhir di raih oleh Sugiono(PDIP, 994 suara).
Ketua KPU Kerinci Wazirman MM mengakui mereka ini calon yang terpilih anggota DPRD kabupaten Kerinci. Pelantikan akan dilakukan pada 9 September 2009. Namun berdasrkan aturan yang berlaku, anggota DPRD Kabupaten Kerinci akan habis masa jabatannya pada tanggal 27 Agustus. Sementara dalam aturan yang berlaku tidak boleh ada kekosongan anggota DPRD Kabupaten Kerinci.”jadi bisa jadi pelantikan akan dilaksanakan agustus atau awal September, tanggalnya kita lihat saja nanti,”jelasnya.
Disinggung putusa MK nantinya, Wazirman mengakui putusan MK akan klar sebelum pelantikan. Pihaknya akan mematuhi apapun putusan MK. Bila telah ada putusan MK maka pihaknya akan melakukan perobahan terhadap caleg yang mengisi kursi DPRD Kabupaten Kerinci.Sementara itu, dua Parpol di Kabupaten Kerinci mengungat KPU Kerinci. Diantaranya caleg PDIP yang bersitegang dengan PPB tentang perolehan suara. Selain itu ada juga PPD yang juga telah terregister di MK. Uniknya, PPD sama sekali tidak melakukan protes saat pleno KPU Kerinci. Apa yang yang menjadi landasan gugatan juga tidak diketahui.
Ketua KPU Kerinci Wazirman mengakui, pihaknya tetap menghormati gugatan parpol yang ada di Kerinci. Dia menilai itu merupakan bentuk demokrasi dan sah-sah saja. Dalam kasus PDIP tersebut jelasnya, caleg PDIP menganggap pihaknya juga unggul. Sementara PBB juga menganggap pihaknya juga unggul dengan perbedaan suara 19 suara.”Kita lihat saja fakta pengadilan,”jelasnya.(aji)